Tampilkan postingan dengan label senyawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senyawa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 April 2012

Komplekson

               Komplekson yaitu zat-zat yang dapat membentuk senyawaan kompleks khelat dengan ion logam. Sejumlah golongan amina tertier yang mengandung gugusan karboksilat akan membentuk senyawa kompleks yang sangat baik dengan bermacam-macam ion logam. Senyawaan tersebut dijual dengan nama versene (Dow Chemical Co) atau komplekson.

               Pembentukan suatu spesi kompleks yang tunggal ketimbang dihasilakannya spesi-spesi demikian setahap demi setahap, jelas akan meyederhanakan titrasi kompleksometri, dan memudahakn deteksi titik akhir. Schwarzenbach menyadari bahawa ion asetat mampu membentuk kompleks-kompleks asetato yang rendah kestabilannya dengan hampir semua kation polivalen, dan bahwa jika sifat ini dapat diperkuat oleh kebanyakan kation logam. IA menemukan bahwa asam-asam aminopolikarboksialt merupakan zat-zat pengkompleks yang baik sekal; yang paling penting dari ini adalah asam 1,2-diaminoetanatetraasetat (asam etilenadiaminatetraasetat). Rumus (I) lebih dipilih daripada rumus (II) karena telah ditunjukkan dari


rumus I



             Pengukuran tetapan disosiasi, bahwa kedua atom hidrogen mungkin tertahan dalam bentuk ion zwitter (zwitterion). Nilai pK masing-masing adalah pK1 = 2,0; pK2 = 2,7; pK3 = 6,2; pK4 = 10,3 pada 20OC; nilai=nilai ini mengesanakan bahwa zat ini berperilaku sebagai suatu asam dikarboksilat dengan dua gugus asam kuat, dan bahwa ada dua proton amonium, dari mana yang pertama berionisasi dalam jangka pH kira-kira 6,3 dan yang kedua pH sekitar 11,5. Berbagai nama trivial (nama khusus) digunakan untuk asam etilenadiaminatetraasetat dan garam natriumnya dan ini meliputi Trion B, Kompleson III, Sekuestrena, Versena, dan Khelaton 3; garam dinatriumnya paling luas digunakan dalam analisis titrimetri. Untuk menghindarkan pengguaan nama yang panjang itu terus menerus, singkatan EDTA digunakan untuk garam dinatriumnya.

               Zat pengkompleks lainnnya (komplekson) yang kadang-kadang digunakan,meliputi (a) asam nitrilotriasetat (III) (NITA atau NTA atau komplekson I; ini mempunyai pK1 = 1,9, pK2 = 2,5, dan pK3 = 9,7), (b) asam trans-1,2-diaminosikloheksana-N,N,N’,N’-tetraasetat(IV); ini hendaknya dirumuskan sebagai struktur zitterion seperti (I); nama singkatannya adalah EDTA, DcyTA atau DCTA atau komplekson IV).





(c) asam 2,2′-etilenadioksibis(etiliminodiasetat) (V) juga dikenal sebagai asam etilenaglikolbis (2-aminoetil eter) N, N, N’, N’,-tetraaetat (EGTA), dan (d) asam trietilenatetramina-N, N, N’,N”, N”‘, N”‘-heksaasetat (TTHA), (VI).



          CDTA sering membentuk kompleks logam yang lebih kuat ketimbang EDTA, maka memeperoleh apalikasi dalam analisis, tetapi kompleks-kompleks logam itu berbentuk agak lebih lambat ketimbang EDTA sehingga titik akhir titrasi cenderung akan mulur dengan reagnesia yang terdahulu itu (CDTA), EGTA diaplikasi secara analisis terutama pada penetapan kalsium dalam campuran kalsium dan magnesium, dan mungkin lebih unggul daripada EDTA dalam titrasi kalsium/magnesium dalam air sadah. TTHA membentuk kompleks-kompleks 1:2 dengan banyak kation trivalen, dan dengan beberapa logam divalen, dan Prihil dan Vesely telah menciptakan prosedur untuk menetapakan komponen-komponen dari campuran ion-ion tertentu tanpa menggunakan zat penutup.

EDTA

             Namun, EDTA mendapat aplikasi umum yang paling luas dalam analisis karena aksi mengkompleksnya yang sanagt kuat, dan tersedianya secara  komersial. Struktutur ruang (dari)anionnya, yang mempunyai enam atom penyumbang, memungkinkan untuk memenuhi bilangan koordinasi enam yang sering dijumpai diantara ion-ion logam, dan untuk membentuk cincin beranggota lima, yang tanap tegangan, pada penyepitan. Kompleks-kompleks yang dihasilkan mempunyai struktur serupa, tetapai berbeda satu sama lain dalam hal muatan yang mereka bawa. Satu struktur semacam itu diusulkan untuk kompleks dengan suatu ion divalen, diperlihatkan pada gambar; struktur ini menunjukkan ion kompleks itu memperlihatkan daya menyempit yang maksimum sebagai ligan bekas dentat, tetapi tak selalu demikian halnya untuk semua kompleks logam EDTA.

Untuk menyederhanakan pembahasan yang berikut, EDTA diberi rumus H4Y : maka garam dinatriumnya adalah NA2H2Y, dan memberi ion pembentuk kompleks H2Y2- daalm larutan air, ia bereaksi dengan semua logam dalam rasio 1:1. reaksi dengan kation, misalnya M2+, dapat ditulis sebagai :

M2+ + H2Y2- ó MY2- + 2H+ (1)

Untuk kation lain, reaksi dapat dinyatakan sebagai :

M3+ + H2Y2- ó MY- + 2H+ (2)

M4+ + H2Y2- ó MY + 2H+ (3)

atau

Mn+ + H2Y2- ó (MY)(n-4)+ + 2H+ (4)

           Dalam semua kasus satu mol H2Y2- yang membentuk kompleks akan bereaksi dengan satu mol ion logam, dan selalu juga terbentuk dua mol ion hidrogen. Namapak dari persamaan (4) bahwa disosiasi kompleks akan ditentukan oleh pH larutan; menurunkan pH akan mengurangi kestabilan kompleks logam EDTA. Semakin stabil kompleks, semakin rendah pH pada mana suatu titrasi EDTA dari ion logam bersangkutan dapat dilaksanakan.

sumber :chem-is-try.org

Jumat, 03 Februari 2012

Natrium Tiosulfat

 Berupa hablur besar, tidak berwarna, atau serbuk hablur kasar.Mengkilap dalam udara lembab dan mekar dalam udara kering pada suhu lebih dari 33°C. Larutannya netral atau basa lemah terhadap lakmus. Sangat mudah larut dalam air dan tidak larut dalam etanol (Anonim, 1995).Sodium tiosulfat merupakan donor sulfur yang mengkonversi sianida menjadi bentuk yang lebih nontoksik, tiosianat, dengan enzyme sulfurtransferase,
yaitu rhodanase. Tidak seperti nitrit, tiosianat merupakan senyawa nontoksik, dan dapat diberikan secara empiris pada keracunan sianida. Penelitian dengan hewan uji menunjukkan kemampuan sebagai antidot yang lebih baik bila dikombinasikan dengan hidroksokobalamin (Olson, 2007). Rute utama detoksifikasi sianida dalam tubuh adalah mengubahnya menjadi tiosianat oleh rhodanase, walaupun sulfurtransferase yang lain, seperti 37 beta-merkaptopiruvat sulfurtransferase, dapat juga digunakan.
Reaksi ini memerlukan sumber sulfan sulfur, tetapi penyedia substansi ini tebatas.Keracunan sianida merupakan proses mitokondrial dan penyaluran intravena sulfur hanya akan masuk ka mitokondria secara perlahan. Natrium tiosulfat mungkin muncul sendiri pada kasus keparahan ringan sampai sedang, sebaiknya
diberikan bersama antidot lain dalam kasus keracunan parah. Ini juga merupakan pilihan antidot saat diagnosis intoksikasi sianida tidak terjadi, misalnya pada kasus penghirupan asap rokok. Natrium tiosulfat diasumsikan secara intrinsik nontoksik tetapi produk detoksifikasi yang dibentuk dari sianida, tiosianat dapat
menyebabkan toksisitas pada pasien dengan kerusakan ginjal. Pemberian natrium tiosulfat 12.5 g i.v. biasanya diberikan secara empirik jika diagnosis tidak jelas (Meredith, 1993).
Natrium tiosulfat merupakan komponen kedua dari antidot sianida.Antidot ini diberikan sebanyak 50 ml dalam 25 % larutan. Tidak ada efek samping yang ditimbulkan oleh tiosulfat, namun tiosianat memberikan efek samping seperti gagal ginjal, nyeri perut, mual, kemerahan dan disfungsi pada SSP. Dosis untuk anak-anak didasarkan pada berat badan (Meredith, 1993).
1. Indikasi
     a. Dapat diberikan sendiri ataupun dikombinasikan dengan nitrit atau
          hidroksokobalin pada pasien keracunan sianida akut.
     b. Perawatan secara empiris pada keracunan sianida berhubungan dengan
         inhalasi.
     c. Profilaksis selama infus nitroprusida. d. Ekstravasasi dari mechlorethamin.
     e. Ingesti garam bromat (Olson, 2007).
2. Kontraindikasi
    Tidak diketahui kontraindikasinya (Olson, 2007).
3. Efek samping
    a. Infus intravena dapat menyebabkan rasa terbakar, kejang otot dan gerakan
        tiba-tiba, dan mual dan muntah.
    b. Penggunaan pada wanita hamil.
         Kategori C berdasarkan FDA (Olson, 2007).
4. Interaksi obat
    Tiosulfat dapat menurunkan konsentrasi sianida pada beberapa metode
    (Olson, 2007).
5. Dosis dan cara pemberian
    a. Untuk keracunan sianida.
         Berikan 12.5 g (50 mL dari 25% larutan) secara IV pada 2.5-5 mL/menit.
         Dosis untuk pediatrik sebesar 400 mg/kg (1.6 mL/kg dari 25% larutan) sampai 50
         mL. Setengah dosis awal sebaiknya diberikan setelah 30-60 menit bila diperlukan
         (Olson, 2007).
    b. Untuk profilaksis selama infuse nitroprusida.
        Tambahan 10 mg tiosulfat pada tiap milligram nitroprusida pada larutan
        intravena dikatan dapat menjadi efektif, namun data kompatibilitasnya tidak
        tersedia (Olson, 2007).
6. Formulasi
     Parenteral, sebagai komponen pada paket antidot sianida, sodium tiosulfat,
     25% larutan, 50 mL. juga tersedia dalam bentuk ampuldan vial yang berisi 2.5
     g/10 mL atau 1 g/10 mL (Olson, 2007).

Selasa, 29 November 2011

Hidrogen [H]

Hidrogen [H]CAS-ID: 1333-74-0Sebuah: 1 N: 0Am: 1,00794 g / molTidak ada kelompok: 1Nama Grup: Non-logamBlok: s-blok Periode: 1Kelompok: gas pada 298 K (gas ringan yang dikenal)Warna: tak berwarna Klasifikasi: Non-logamTitik Didih: 20.268K (-252,87 ° C)Melting Point: 14.01K (-259,14 ° C)Kritis suhu: 33K (-240 ° C)Kepadatan: 0.08988g/cm3
 Penemuan InformasiYang: Henry CavendishKapan: 1766Dimana: Inggris
 Nama AsalYunani: hudor (air) dan gennan (menghasilkan)
 "Hidrogen" dalam berbagai bahasa.
 SumberDitemukan terutama dikombinasikan dengan oksigen dalam bentuk air, juga ditemukan di tambang dan minyak dan sumur gas. Bintang mengandung pasokan hampir tak terbatas dari hidrogen dan di alam semesta, hidrogen adalah unsur paling berlimpah (hidrogen membentuk 75% dari massa alam semesta terlihat dan lebih dari 90% berdasarkan jumlah atom.).Dunia produksi tahunan sekitar 350 hidrogen miliar meter kubik.

 Kelimpahan
 Universe: 7,5 x 105 ppm (berat)
 Sun: 7,5 x 105 ppm (berat)
 Karbon meteorit: 24000 ppm
 Bumi Crust: 1500 ppm
 Air laut: 107800 ppm
 Manusia:
   1 x 108 ppb berat
   6.2 x 108 ppb oleh atom

 Penggunaan

               Menggunakan hidrogen termasuk: digunakan dalam produksi amonia (NH3), etanol (C2H5OH), hidrogen klorida (HCl) dan asam bromida (HBr), hidrogenasi minyak nabati; hidrorengkah, hydroforming dan hydrofining minyak bumi; atom hidrogen las ; instrumen membawa balon; bahan bakar di roket; dan penelitian kriogenik. Dua isotop berat, deuterium (D) dan tritium (T), yang digunakan masing-masing untuk fisi nuklir dan fusi.Sel bahan bakar hidrogen sedang diselidiki sebagai sumber daya mobile dengan emisi yang lebih rendah dari hidrogen pembakaran mesin pembakaran internal. Emisi rendah hidrogen dalam mesin pembakaran internal dan sel bahan bakar saat ini diimbangi oleh polusi yang diciptakan oleh produksi hidrogen. Hal ini dapat berubah jika jumlah besar listrik yang diperlukan untuk elektrolisis air dapat dihasilkan terutama dari sumber polusi rendah seperti energi surya atau angin. Penelitian sedang dilakukan pada H2 sebagai pengganti bahan bakar fosil.

           SejarahGas hidrogen, H2, pertama kali diproduksi dan artifisial resmi dijelaskan oleh T. Von Hohenheim (juga dikenal sebagai Paracelsus, 1493-1541) melalui pencampuran logam dengan asam kuat. Dia tidak menyadari bahwa gas mudah terbakar yang dihasilkan oleh reaksi kimia ini adalah suatu unsur kimia baru. Pada 1671, Robert Boyle menemukan kembali dan menggambarkan reaksi antara serbuk besi dan asam encer, yang menghasilkan produksi gas hidrogen. Pada 1766, Henry Cavendish adalah orang pertama yang mengenali gas hidrogen sebagai zat diskret, dengan mengidentifikasi gas dari reaksi logam-asam sebagai "udara terbakar" dan lebih lanjut menemukan bahwa gas menghasilkan air ketika dibakar. 

              Cavendish telah tersandung pada hidrogen saat melakukan percobaan dengan asam dan merkuri. Meskipun ia keliru berasumsi bahwa hidrogen adalah komponen dibebaskan dari merkuri daripada asam, dia masih mampu secara akurat menjelaskan sifat-sifat beberapa kunci hidrogen. Dia biasanya diberikan kredit untuk penemuan sebagai elemen. Pada 1783, Antoine Lavoisier memberi nama unsur hidrogen ketika ia (dengan Laplace) direproduksi Cavendish menemukan bahwa air yang dihasilkan ketika hidrogen dibakar. Lavoisier nama untuk gas menang.Salah satu penggunaan pertama H2 adalah untuk balon, dan airships nanti. H2 diperoleh dengan mereaksikan asam sulfat dan besi metalik. Infamously, H2 digunakan di pesawat Hindenburg yang hancur dalam kebakaran udara. Hidrogen sangat mudah terbakar (H2) kemudian diganti untuk airships dan balon helium yang paling tidak reaktif oleh (Dia).
 
           CatatanPada suhu dan tekanan standar, hidrogen ada sebagai gas diatomik, H2, dengan titik didih 20,27 K, dan titik leleh 14,02 K. Di bawah tekanan yang ekstrim, seperti yang di pusat raksasa gas, molekul kehilangan identitas mereka dan hidrogen menjadi logam (hidrogen metalik). Di bawah tekanan yang sangat rendah dalam ruang - hampir vakum - elemen cenderung eksis sebagai atom individu, hanya karena secara statistik tidak mungkin bagi mereka untuk menggabungkan.Sebuah properti unik dari hidrogen adalah bahwa api adalah hampir tak terlihat di udara.
 
BahayaHidrogen adalah, hambar tidak berwarna, gas berbau dan sangat mudah terbakar, juga merupakan unsur kimia paling ringan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review